Subscribe News Feed Subscribe Comments

Pesan Cinta Ali dan Fathimah

Kawan, mau tahu tentang kisah cinta dua manusia yang (paling) indah? Indah di mata manusia dan indah di mata Tuhan..

Adalah 'Ali bin Abi Thalib, seorang pemuda gagah namun miskin. Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.

Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!
Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.

Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali. Namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.

Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..

Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..

Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?

Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.

”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak.
Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.

Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab.

Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr.

Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?
Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman?
Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin?

Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,

”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.

”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”

’Umar adalah lelaki pemberani.

’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi?
Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah?
Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah?

Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka.
Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka?
Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu?
Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.

”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”

”Aku?”, tanyanya tak yakin.

”Ya. Engkau wahai saudaraku!”

”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”

”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi.

Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah.

Ya, menikahi.

Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap?

Itu memalukan!

Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.

Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.
Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya.
Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!”

Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan.

Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab.
Mungkin tidak sekarang.
Tapi ia siap ditolak.
Itu resiko.

Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”

”Entahlah..”

”Apa maksudmu?”

”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”

”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,

”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua!
Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah.

Dengan menggadaikan baju besinya. Baju besi pemberian mertuanya, Rasulullah. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Bagaimana dengan Fatimah?

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali,
“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Memilukan..

Bagaimana kedua insan ini saling menutup rapat perasaan masing-masing dan membiarkan takdir berbicara dengan sendirinya. Keduanya mampu menjaga diri dari perbuatan mendekati zina. Bahkan 'Ali adalah sosok yang diberi julukan oleh Rasulullah ’Karamallahu Wajhahu” yang dimuliakan wajahnya. Julukan ini bukan sembarangan, sebab 'Ali dididik Rasulullah untuk senantiasa menjaga pandangannya. Pernah saat berjalan bersama Rasulullah, 'Ali terpesona melihat seorang wanita cantik, lalu Rasulullah memegang kepala 'Ali dan mengalihkan pandangannya seraya bersabda,  ”Pandangan yang pertama itu berkah, yang kedua itu menuruti syaiton”.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan.
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.
Yang ini pengorbanan.


’Ali yang memperjuangkan cintanya kepada Fathimah. Cinta yang suci. Keberaniannya sebagai gentlemen sejati, mengambil kesempatan. Namun mendahulukan pendahulunya, juga demi cintanya kepada Fathimah. Itulah pengorbanan.

Fathimah yang rupanya telah mencintai ’Ali sedari dulu, menjaga perasaannya. Tak lantas ia menjadi gadis liar tak tahu aturan. Paras eloknya tak dijadikannya sebagai alat penggoda. Sadar betul ia atas kedudukannya sebagai wanita yang diberi amanah oleh Tuhannya. Amanah yang harus dipegangnya erat. Keharuman ragawinya. Untuk diberikannya kepada yang berhak.



Semoga bisa dipetik hikmahnya.
Saya pun manusia yang belum sempurna ibadahnya. ^^



 
                 asmafadhillah.webnode.com
                 (eh, tapi judul asli bukunya, "Jalan Cinta Para Pejuang", karya Salim A. Fillah)
                 maaf  klo ada kata-kata yang ditambahin sedikit ^^'

KASIR SALAH ITUNG

Duh, cerita gak ya..cerita...enggak cerita..enggak cerita..heee :p
Sebenernya sih gak terlalu penting yah, tapi yaa lumayan patut untuk dicurahkan,caelahh..

Jadi begini, tadi kan pulang kuliah saya mampir Carrefour ITC Depok untuk beli beberapa kebutuhan rumah yang ibu saya titipkan sekalian juga ada yang ingin saya beli. Pokoknya saya beli sabun ini itu,bla..bla.. termasuk Pepsodent ukuran sedang 3 buah. Nahh, begitu sampai kasir dan giliran belanjaan saya untuk dihitung, total Rp 99.570,-. Saya sempat mikir tuh, kok bisa banyak banget yah? padahal Max Creamer refill ukuran 500 gr aja belum saya beli coz SPGnya bilang klo itu lagi kosong. And, ibu kasih uang ke saya aja cuma Rp 50.000,- untuk beli barang-barang titipannya. Seharusnya barang-barang ibu yang saya beli di Carrefour baru menghabiskan kira-kira Rp 24.730,- .Barang-barang saya aja seharusnya habis kocek kira-kira Rp 53.300,-. Rp 53.300 + Rp 24.730 = Rp 99.570??

Tapi, itung-itungan itu belum sampai dalam pikiran saya, hanya saya masih dalam tahap "bingung". Hingga saya akhirnya masuk Ramayana yang ada di lantai bawah Plaza Depok, yang terletak berhadapan dengan ITC Depok, hanya untuk cari-cari Creamer yang dititipkan ibu, saya masih bingung dan terus berpikir. Lalu iseng-iseng saya liat struk pembelian dari Carrefour, saya baca satu-satu barang-barang apa saja yang saya beli berikut jumlah item-nya. Betapa terkejutnya saya ketika mata saya menyorot total harga pasta gigi Pepsodent ukurang sedang yang tertera di struk tersebut, yaitu Rp 3.590 x 9 = Rp 32.310!!!

WHATT???!! saya kan beli CUMA 3 BIJI!! kenapa disitu tulisannya 9??? haduhh..rugi dunk 6 biji! akhirnya saya buru-buru ambil Max Creamer refill ukuran 500 gr dari rak dengan sebal dan segera ke kasir. Selesai bayar, timbul niatan saya untuk menelepon pihak Carrefour ITC Depok ke nomor yang tercantum di stuk tadi. Yapp! saya akhirnya nelpon juga.

"Halo, disini Carrefour, selamat sore, bisa saya bantu?" sahut suara di seberang sana.
"Selamat sore, mbak saya mau komplain. Tadi kan kira-kira pukul 14.15 saya beli Pepsodent 3 buah, tapi di struknya kok jadi 9?", timpal saya, agak keter juga (=.=) takut disangka macem-macem.
"Oh, oke, kami tunggu di bagian informasi ya"
"Ya, saya segera kesana. Trimakasih mbak", lalu saya putus.

Haduuhh,,capek banget sih rasanya harus balik lagi ke sana..belom lagi ntar mesti balik lagi ke parkiran Plaza coz motor kan saya parkir di sini. Huh! Tapi gak papalah, demi.. gitu loh! lumayan kan duit 20 rebu bisa buat beli cilok satu kilo, hahayy :D

Haahh, akhirnya sampai juga saya di bagian informasi Carrefour. Mesti nunggu kira-kira 15 menitan coz yang komplain ternyata gak 1-2 orang, yang komplain lah, yang mau ngambil hadiah lah, haaahh... padahal nih kaki dah berasa mau varises kalee... huhu T_T

Dah, sampe dah tuh giliran saya. Ditanya ada keluhan apa, diminta tunjukin barang belanjaannya tadi, suruh  isi formulir, disuruh nunggu coz pelayannya mau ngambil duit sisa yang salah hitung tadi. Setelah kira-kira 5 menit, si pelayan informasi mengembalikan uang Rp 21.500 kepada saya.

"Berarti yang 6 saya cancel ya", kata pelayannya.

Saya kemudian mengucapkan terima kasih sambil meminta kembali struknya dan berbalik pulang.

Hayyaahh...emangnya tombol angka 3 dan 9 itu deketan yah? Saya kira tombol 3 sih deketnya kalo gak angka 2 ya 6, hehe...

Alhamdulillahh, penanganganan dari pihak Carrefour cepat dan sangat menghargai pelanggannya. Uang yang mereka kembalikan pada saya adalah bukti bagi saya bahwa mereka amat mengutamakan kepuasan pelanggan, tak sekedar mencari untung dalam berdagang. Tadinya saya udah takut, jangan-jangan keluhan saya gak digubris, atau prosedur penyelesaian masalahnya ribet and makan waktu lama (nih gara-gara kebanyakan baca bahan buat presentasi, semalaman tentang masalah antara orang lain dengan kartu Flazz BCA yang prosedur penyelesaiannya ribet tralala..trilili..)

Kalo tadi prosedurnya ribet gitu hanya untuk uang 20 ribu sih mending direlain aja deh, daripada pulang kesorean, truz sampe di jalan gak bisa liat apa-apa dengan jelas karena gelap (tapi kan ya, sayang juga sih...^^' )

Intinya yah, saya puas dengan penanganan Carrefour yang cepat dan tanggap. Yah, namanya juga manusia biasa, pasti ada error nya lah sedikit.. si mbak kasir itu juga mungkin lagi meleng sedikit, niat mau mencet angka 3 jadi 9. Lain kali hati-hati ya mbak, kasian kan kalo ada orang yang bernasib sama dengan saya itu rumahnya jauh dan total kerugiannya lebih besar lagi :)

SANG PEMIMPI


Kerasnya hidup dan kemiskinan tak membuat mereka payah dalam menjalaninya. Justru api yang tersulut dalam jiwa muda para pemimpi ini semakin besar. Semangat demi semangat mereka pupuk untuk mewujudkan cita-cita besar mereka : Berkeliling dunia, menjelajahi Afrika yang eksotis dan Eropa yang megah, hingga bermuara ke altar suci Universitas Sorbonne Paris, Perancis.



Adalah seorang guru bernama Balia yang menjadi sumber inspirasi bagi Ikal, Arai dan Jimbron. Kelas Balia membawa mereka pada keajaiban ilmu pengetahuan dan luasnya kehidupan, tempat yang memberi mereka nafas untuk keluar dari tekanan hidup. Balia membarakan semangat mereka untuk menjelajahi Eropa dan bagian dunia lain untuk mengarungi kehidupan. Namun, pada saat yang sama, mereka harus menghadapi sikap keras Pak Mustar, sang kepala sekolah. Kontras dengan sikap Balia, Pak Mustar adalah seorang guru yang menerapkan cara didik dengan pola hukuman bagi yang lalai.

Problematika yang mereka hadapi tak hanya soal sekolah dan bertahan hidup, tapi juga cinta, satu hal yang tak mungkin mereka hindari di kehidupan remaja. Cinta Arai pada Zakiah Nurmala menggiringnya menjadi seorang penyanyi dadakan dengan berguru pada Bang Zaitun, seorang pemusik Melayu keliling. Jimbron jatuh hati dengan Laksmi, gadis pemurung pekerja pabrik cincau yang tak pernah tersenyum sejak orang tuanya meninggal. Ikal tertarik pada gambar wanita molek dari reklame sebuah film Indonesia di bioskop.

Tetapi, kebimbangan Ikal akan hidup dan masa depan membuatnya patah arang dan berusaha menghapus impiannya bersekolah ke Eropa bersama Arai. Ikal yang dulu seolah memiliki semangat baru, menjadi Ikal yang tenggelam dalam keputusasaan dan menyisakan kekecewaan yang dalam di hati sang ayah yang sangat membanggakan dirinya sejak kecil.

Rasa bersalah terhadap sang ayah membuat Ikal bangkit, dan para pemimpi pun kembali berlari bersama. Satu persatu simpul-simpul kesulitan hidup untuk mencapai mimpi mereka buka. Cita-cita, harapan, dan cinta. Dengan tambahan bekal dari tabungan Jimbron, Ikal dan Arai melanjutkan hidup untuk merajut mimpi. Namun, setelah gelar sarjana diraih, Arai menghilang. Tinggalah Ikal sendirian mengadu nasib sambil mengejar mimpi. Sanggupkah ia meraih mimpinya tanpa kehadiran Arai?

Kali ini Miles Films kembali menyuguhkan sebuah tayangan yang mendidik dan penuh inspirasi. Dalam film yang merupakan kelanjutan dari Box Office Indonesia, Laskar Pelangi ini lebih menyorot kehidupan para pemimpi yang telah tumbuh menjadi remaja-remaja yang tengah mencari jati diri dimana proses penting dalam siklus kehidupan terjadi pada masa ini.

Masih dengan pemeran Ikal kecil yaitu Zulfani, dan Mathias Muchus serta Rieke Dyah Pitaloka sebagai Seman Said Harun (ayah Ikal) dan Ibunda Ikal. Namun, rupanya dalam sekuel ini peran Zulfani hanya muncul di awal dan sesekali di tengah cerita sebagai bayangan masa lalu dari kisah kilas balik yang diceritakan. Miles pun kembali menggandeng artis-artis pendatang baru dan asli Belitung agar penghayatan sebagai anak-anak Belitung dan logat yang kental dalam cerita ini dapat lebih terasa. Mereka adalah Vikri Septiawan, Rendy Ahmad Syaipullah, Azwir Fitrianto, dan Sandy Pranatha yang masing-masing memerankan Ikal remaja, Arai remaja, Jimbron remaja, dan Arai kecil.

Tak hanya itu, Miles juga mengajak tiga orang musisi Indonesia, Nazril Irham alias Ariel "Peterpan" sebagai Arai dewasa, Jay Widjajanto sebagai Bang Zaitun, penyanyi orkes melayu keliling yang lihai soal percintaan, dan Nugie sebagai guru sastra kesayangan para pemimpi, Balia. Zakiah Nurmala, gadis melayu nan cantik yang disukai Arai, diperankan Maudy Ayunda, yang sebelumnya pernah bermain sebagai pemeran utama dalam film Untuk Rena yang juga buah karya Miles Films. Bang Rokib, pelaut melayu yang berpengalaman diperankan oleh Yayu Unru.

Masih dengan Lukman Sardi sebagai Ikal dewasa, namun dialognya tak banyak. Lukman diharuskan bermain lebih dalam gerak tubuhnya.

Sekuel ini tak hanya menyuguhkan kisah drama yang mengharu-biru tetapi juga diselingi banyak adegan dan dialog kocak yang mengundang gelak tawa penonton. Salah satunya adalah saat Ikal menyebutkan kalimat, "Masa muda, masa yang berapi-api, H. Rhoma Irama", dengan mimik wajah polos namun penuh yakin.

Akankah Sang Pemimpi kembali mengulang sukses Laskar Pelangi yang ditonton lebih dari 4 juta penonton? Andrea Hirata pun menyatakan bahwa sekuel arahan sutradara Riri Riza ini tiga kali lebih bagus dari seri pertamanya. Benarkah begitu? Hmm, kita lihat saja nanti ^^ (linda)







Sumber: http://www.21cineplex.com/

Peneliti LAPAN: Fenomena 2012 Siklus 11 Tahunan

Antara - Kamis, 10 Desember 2009


Jakarta (ANTARA) - Seorang peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan fenomena meningkatnya aktivitas matahari yang menurut ramalan suku Maya terjadi pada 2012 tidak perlu dikhawatirkan apalagi dihubungkan dengan hari kiamat.


Peneliti astronomi dan astrofisik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang baru saja dikukuhkan sebagai profesor riset Indonesia Dr Thomas Djamaluddin Msc, Rabu, menyatakan tidak ada yang istimewa dari fenomena alam 2012 itu karena hanya siklus 11 tahunan meningkatnya aktivitas matahari.

"Fenomena 2012 yang menghebohkan masyarakat lebih banyak berawal dari ramalan suku Maya, bukan berasal dari alasan ilmiah. Kalau kemudian memang ada fenomena 2012 alasan ilmiahnya apa? Tapi yang lebih banyak diungkapkan justru bukan sainsnya," kata Thomas usai dikukuhkan sebagai profesor riset di kantor Lapan Jakarta.

Menurut Thomas, fenomena aktivitas puncak matahari sebelumnya diperkirakan terjadi pada 2011, namun titik minimumnya bergeser sehingga diperkirakan terjadi pada 2012. Namun, sekarang pun ada pergeseran lagi sehingga kemungkinan terjadi pada 2013.

Secara alamiah, tegas Thomas, tidak ada yang istimewa karena itu merupakan siklus 11 tahunan. "Terakhir terjadi pada 1989 kemudian pada 2000, dan nanti 2012 atau 2013 akan terjadi lagi."

Orang kemudian mengkhawatirkan terjadi badai matahari, padahal tidak akan ada badai matahari dahyat yang menimbulkan dampak parah.

Badai matahari pada dasarnya adalah fenomena bumi yang sering terjadi bukan saja saat aktivitas matahari mencapai puncak, tetapi saat aktivitas mulai naik hingga turun lagi tetap ada badai matahari.

Artinya memang frekuensi kejadiannya lebih banyak pada saat puncak. Tetapi, menurut Thomas, kekuatan terbesarnya belum tentu pada saat puncak. Sering kali yang paling kuat justru setelah puncak.

"Katakan puncak yang lalu terjadi di 2000, tetapi aktivitas matahari yang paling besar, yang paling kuat justru terjadi pada 2003," katanya.

Perbincangan fenomena aktivitas matahari ini juga berkembang, yang kemudian dikaitkan lagi dengan seolah-olah akan ada tumbukan komet.

"Itu juga secara astronomi tidak ada buktinya. Tidak ada informasi atau perkiraan akan ada komet besar yang menabrak bumi pada 2012. Kemudian ada lagi yang memperkirakan ada planet Nibiru, padahal planet Nibiru tidak dikenal dalam astronomi," jelas Thomas.

Berbagai perbincangan mengenai fenomena 2012, seperti seolah-olah berdasarkan teori astronomi ada asteroit besar yang akan menghantam bumi, sama sekali tidak punya dasar atau tidak ada alasan astronominya.

"Jadi pada dasarnya kekhawatiran 2012 lebih banyak terkait dengan penafsiran ramalan suku Maya, dan oleh ketua suku Maya sendiri sudah menyatakan bahwa 2012 bukan akhir dan itu hanyalah pergantian item kalender yang biasa," kata dia.

Menurut Thomas, dampak dari badai matahari yang ditimbulkan dari percikan partikel matahari dan menimbulkan medan magnit itu selama ini hanya berdampak pada keberadaan satelit di orbit dan terhadap transformer fasilitas jaringan listrik.

Badai matahari dapat menimbulkan induksi ke fasilitas jaringan listrik sehingga terjadi kelebihan beban dan bisa menyebabkan trafo meledak atau terbakar. Sampah Antariksa Dalam orasi ilmiahnya pada pengukuhannya sebagai profesor riset bersama Dr Ir Chunaeni Latief Msc, Thomas juga menyatakan bahwa wilayah Indonesia yang dilalui garis ekuator cukup panjang rentan menjadi tempat jatuhnya sampah antariksa yang sekarang kian banyak.

"Sampah antariksa semakin lama semakin banyak. Yang terpantau oleh sistem jaringan pemantau internasional ada sekitar 13 ribu lebih dan ancamannya bisa mengganggu satelit aktif. Dan salah satunya pernah, sampah antariksa bekas satelit Rusia menabrak satelit aktif karena semakin banyak satelit di antariksa kemungkinan bertabrakan semakin besar," katanya.

Indonesia yang berada di garis ekuator memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena risiko jatuhnya sampah antariksa dibanding kawasan lain. Oleh karena itu Indonesia harus selalu waspada karena berada pada wilayah yang sering dilalui orbit satelit.

Hal itu harus menjadi perhatian Lapan dalam memberikan pelayanan informasi potensi bahaya benda jatuh dari antariksa sehingga kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat dinetraliskan, demikian Thomas Djamaluddin.

Bersama Thomas, peneliti Lapan Dr Ir Chunaeni Latief Msc juga dikukuhkan sebagai profesor riset dalam bidang Opto Elektronika dan Aplikasi Laser. Dalam orasinya ia lebih mencermati kandungan dan efek emisi gas rumah kaca (CO2) dan pemanfaatan instumensi Satklim LPN-1A untuk penelitiannya yang bermanfaat bagi dunia penerbangan, dan kajian pemanasan global.


Diambil dari www.yahoo.co.id




Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang,niscaya akan kau temui lima kegunaan, yaitu ilmu pengetahuan, adab, pendapatan, menghilangkan kesedihan, mengagungkan jiwa, dan persahabatan

Sungguh aku melihat air yang tergenang membawa bau yang tidak sedap
Jika ia terus mengalir maka air itu akan kelihatan bening dan sehat untuk diminum
Jika engkau biarkan air itu tergenang, maka ia akan membusuk

Singa hutan dapat menerkam mangsanya setelah ia meninggalkan sarangnya
Anak panah yang tajam tak akan mengenai sasarannya jika tidak meninggalkan busurnya

Emas bagaikan debu sebelum ditambang
Pohon cendana yang tertancap di tempatnya, tak ubah seumpama kayu bakar (kayu api)

Jika engkau tinggalkan tanah kelahiranmu, engkau akan menemui derajat yang mulia di tempat yang baru, dan engkau bagaikan emas sudah terangkat dari tempatnya


(Imam Syafi'i)

ULARR MELINGKARR DI ATAS PAGARRRRR…..

Ingin ke Korea? Wah, seru! Italia? Wah, asyik tuh! Apalagi kalau bisa bahasanya yang rasanya indaaaaaahhh banget di telinga ^^. Ngemeng-ngemeng soal bahasa, kita sebenarnya boleh berbangga hati lho menjadi orang Indonesia, yah, minimal kita besar dan tinggal di sini dari lahir sampai sekarang. Kenapa? Karena orang Indonesia punya lidah yang fleksibel,,weitz, fleksibel di sini bukan untuk perang lidah alias maen kata-kataan ya ^_^ maksudnya, lidah kita itu terbiasa dilatih dengan mengucapkan huruf-huruf yang menurut sebagian penutur bahasa di dunia ini terbilang sulit.





Bahasa Indonesia adalah bahasa fonetik yaitu apa yang kita lihat adalah apa yang kita lafalkan (what you see is what you pronounce). Kita berbicara dengan 26 huruf dan tajam dalam pelafalannya, seperti huruf “R” dibaca “errrrr”. Beda dengan beberapa bahasa yang kayaknya susaaahh banget mengucapkan salah satu hurufnya. Contoh, orang Cina gak bisa ngomong “R”, mereka akan mengucapkan seperti “L” (“L” juga kayaknya gak terlalu bisa. Yang ada suara “ermmmm” atau “errrrrrl”). Repot dah kalo disuruh ngomong “lari”, “harus”, “luruh”, “buruk”, wkwkwkwk….). Jika ada kata-kata yang mengandung huruf “R”, mereka bisa saja ngomong “R” tetapi harus latihan keras; kebalikan dari Cina, orang Jepang malah gak bisa ngomong “L”, mereka bisanya “R” karena memang kayaknya sih di Jepang sana gak ada huruf “L”. Lain halnya dengan orang Spanyol, mereka kayaknya gak bisa ngomong “J” pake huruf J deh, mereka baca “J” jadi “H”, seperti kata “juntos” dibacanya “huntos”, “yo” dibaca “jo” tapi kata “ya” jadi “ca”. hehe…gak konsisten sama tulisannya ya ;p
Kalo mau tau coba deh dengerin lagu-lagu telenovela yang kebanyakan pake bahasa Spanyol itu and sambil liat liriknya, agak beda antara tulisan dan pengucapannya. Bahasa Italia juga, walaupun antara tulisan dan pengucapannya gak jauh beda and ini bahasa masih lebih kompromi sama lidah orang Indonesia (huruf “A” ya dibacanya “A”, “B” ya “B”, “C” ya “C”…) karena juga termasuk phonetic language, ternyata eh ternyata, alphabet mereka gak komplit euy! Mereka cuma punya 20 konsonan tunggal seperti a,b,c,d,e,f,g,i,l,m,n,o,p,q,r,s,t,u,v,z. sisanya, “H” hampir gak pernah dibaca alias konsonan mati, “J” alias “i lungo” juga jarang ada dalam vocabulary mereka, mereka lebih mengandalkan konsonan ganda seperti ch, gh, gli, gn, dan sc. Bahasa Perancis? Kayaknya mereka kebanyakan huruf tuh di setiap kata-katanya daripada yang apa diucapin seperti kata “haricot” dibacanya jadi “ariko”, “habitat” jadi dibaca “abita”, beda banget! Jadi mubazir tuh “h” sama “t” nya ;) . Apalagi bahasa Inggris, buat tau cara pengucapannya, minimal kita harus sering denger lagu-lagu berbahasa inggris and nonton film-film barat yang diucapkan oleh native speakernya. Jadi gak bisa belajar otodidak untuk pemula ;D




Bahasa Indonesia? Well, ini menurut saya ini termasuk bahasa yang paling sesuai antara tulisan dan pengucapannya, so, orang asing pun menurut saya bisa mempelajarinya secara otodidak ^^ (tinggal belajar huruf-huruf sulit kayak “errrr”, ‘ellllll”, dsb) jadi boleh dong kalo saya bangga jadi penutur asli bahasa Indonesia ;) tapi saya suka geli juga denger orang asing ngomong bahasa Indonesia tapi masih suka belepotan gitu, padahal udah tinggal lama disini. Yah, contohnya aja si Cinta Laura yang suka monyong-monyong mulutnya kalo ngomong indo, padahal kan doi orang Indonesia, hahayy… ;D

Karena kelihaian lidah kita untuk mengucapkan huruf-huruf “sulit”, kita jadi lebih mudah untuk mempelajari bahasa asing dan cepat menguasai pengucapannya sesuai dengan penutur aslinya. Paling yaah, tinggal memperbaiki logatnya saja. Misalnya, kalo kita orang Jawa yang medhok banget, hanya perlu menyesuaikan dengan logat British kalo ingin berbicara dengan bahasa British-English. Saya punya cerita tentang salah satu blogger yang sudah pernah ke Italia. Orang-orang di sana mengira kalau dia sudah lama tinggal di Italia padahal dia baru sampai disana dan masih tatat-tutut kalau ngomong cepet, wkwkwkwk…

Sebagai informasi, ada sekitar 11 rumpun besar bahasa di dunia yang sudah terpecah-pecah menjadi beberapa bahasa baru:

1. Rumpun Indo Eropa (rumpun bahasa dengan jumlah penutur terbesar di dunia : Anatolia [punah], Tokharia [ punah], Skandinavia, Kornish [punah], Spanyol, Inggris, Hindi, Portugis, Bengali, Rusia, Jerman, Marathi, Perancis, Italia, Punjabi, Urdu, Persia, Pashto, Osetik, Kurdish, Kashmir)

2. Rumpun Hamito Semit atau Afro-Asiatik (bahasa-bahasa Berber, Chadik, Mesir, Semit, Kushitik, Beja, Omotik. Dipakai sebagian besar di daerah Afrika Utara, Afrika Timur, Sahel, dan Asia Barat Daya)

3. Rumpun Chari-Nil (bahasa Swahili, Bantuk, dan Khoisan)

4. Rumpun Dravida (bahasa Telugu, Tamil, Kanari, dan Malayalam)

5. Rumpun Austronesia (bahasa-bahasa Formosa:
- Atayalik
- Formosa Timur
- Formosa Utara [Basai, Trobiawan, Kavalan]
- Formosa Tengah [ Amis, Nataoran, Sakizaya]
- Formosa Barat Daya [ Siraya]
- Puyuma
- Paiwan
- Rukai
- Tsouik [ Tsou, Saaroa, Kanakanabu]
- Bunun
- Formosa Barat Laut [Saisiyat, Kulon-Pazeh]
- Malayo-Polinesia [Kalimantan-Filipina, dayak Ngaju, Gorontalo, Tagalog, Cebuano, Hiligaynon, Ilokano, Malagasi, Indonesia dan bahasa-bahasa di kepulauan Nusantara, Melayu])

6. Rumpun Kaukasus (bahasa-bahasa Kaukasus Utara dan Kaukasus Selatan)

7. Rumpun Finno-ugris (bahasa Hungar, Lapis, dan Samoyid)

8. Rumpun Paleo Asiatis atau Hiperbolis (bahasa-bahasa yang terdapat di Siberia Timur)

9. Rumpun Ural-Altai (bahasa Mongol, Manchu, Tungu, Turki, Korea, dan Jepang)

10. Rumpun Sino-Tibet (bahasa Cina, Thai, Tibeto-Burma)

11. Rumpun bahasa-bahasa Indian (bahasa Eskimo, Aleut, Na-Dene, Algonkin, Wakshan, Hokan, Sioux, Penutio, Aztek-Tanoan, dsb)




Einiwey, darimana pun itu, yang namanya bahasa, adalah suatu produk jenius dari yang menciptakannya. Tidak diketahui secara pasti kapan dan siapa yang menciptakan pertama kali bahasa-bahasa yang kini dipergunakan seluruh penduduk dunia sebagai alat berkomunikasi dan penghubung satu sama lain, termasuk bahasa Indonesia. Setiap orang pasti menganggap bahwa bahasanya adalah bahasa yang paling lengkap karena dapat berkomunikasi tanpa halangan kesalah-pahaman. Dan mempelajari bahasa lain agaknya sudah menjadi kenikmatan tersendiri bagi yang suka mempelajari bahasa-bahasa asing, termasuk saya yang lagi suka sama bahasa-bahasa roman (Italia, Spanyol, Perancis) dan beberapa teman saya yang sedang demen-demennya sama bahasa Korea (pasti karena BBF yaaa…..wkwkwkwkwk). Well, bahasa itu memang indah! tidak ada salahnya bila menjadi seorang poligot (multilingual) seperti Penelope Cruz, aktris asal Spanyol yang mahir 4 bahasa (Inggris, Italia, Spanyol, Perancis) atau malah orang Indonesia sendiri, yang punya kurang lebih 300 bahasa daerah. Ck..ck…ck…

Dunia itu gak sebatas yang kita lihat setiap hari sehabis bangun tidur kan..^^

Hayoo, mau belajar bahasa apa? Tinggal pilih, tapi asal jangan bahasa kalbu, coz' susah cari translatornya… ;p


Hidup bahasa!! Hehe…





Sumber : dari hati yang terdalam...

Sami Yusuf - Hasbi Rabbi


Siapa bilang musik islami itu kuno dan monoton? gak modern, video klip nya ngebosenin, bla, bla, bla...
Pasti yang ngomong begitu belum mengenal yang namanya Sami Yusuf. Sami Yusuf? siapa sich? tapi sekarang pasti tau kan? coz video klip nya sudah dapat dinikmati oleh jutaan manusia di Indonesia. Well, dulu, sebelum lagu-lagunya Sami Yusuf bertandang ke Indonesia, saya sering baca diskusi di forum-forum tentang Sami Yusuf, katanya beliau ini sudah terkenal sekali di Eropa dan sekitarnya. Kok saya bisa gak tau ya? ;( padahal kalau artis luar negeri yang terkenal gitu kan negara kita ini setidaknya mendapat lisensi promosi dari pihak manajemen labelnya. Apa mungkin saya doank lagi yang gak tau, haha.... ;D


Ah, tau ah! saya gak kenal, pikir saya. Eh, selang beberapa bulan kemudian, ketika sedang nonton TV, ada sekilas iklan promo and....that's him! Sami Yusuf?! dengan single terbarunya di Indonesia "Hasbi Rabbi", menambah daftar musik internasional yang masuk ke Indonesia. Ucapan pertama saya: "Oh...jadi ini yang namanya Sami Yusuf...".


Sami adalah penyanyi sekaligus penulis lagu asal Inggris kelahiran Tehran, Iran, pada 25 juli 1980. Kepindahannya ke London Barat pada umur 3 tahun dan menetap di sana, membuatnya dicatat sebagai warga negara Inggris. Ia datang dari keluarga suku azeri di Iran yang berasal dari Republik Azerbaijan, sebuah negara sekuler yang terletak di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya dengan mayoritas muslim Syiah dan turunan Turki Barat.


Sejak kecil Sami sudah menyukai musik. Ia memainkan berbagai instrumen musik dan mempunyai ketertarikan dalam menyanyi dan menggubah lagu. Ia akhirnya menyelesaikan studinya di Royal Academy of Music di London. Walaupun dibesarkan di lingkungan barat, rupanya ia mempunyai pemahaman yang mendalam tentang ke-iran-an dan dunia Timur Tengah sehingga akrab dengan musik barat maupun timur.


Ia menulis lagu-lagunya dalam berbagai bahasa seperti English, Arabic, Urdu, Turkish, dan Persian. Konser-konsernya pun banyak yang sudah digelar di berbagai belahan dunia dan dijuluki "Islam's biggest rock star" oleh Time Magazine. Ia masuk ke jajaran artis papan atas internasional bersama Yusuf Islam (Cat Steven), Zain Bikha, dan artis-artis lainnya yang mengusung tema islami.


Wah,wah...mas Sami ini ternyata selain punya suara yang merdu dan berwajah tampan ternyata juga multilingua ya, buktinya lagu-lagunya, banyak yang ditulis dalam bahasa selain English seperti dalam "Hasbi Rabbi" ini yang menggunakan 4 bahasa. Beliau juga termasuk muslim taat yang berhasil menyampaikan pesan dakwah melalui lagu-lagu yang easy listening di telinga siapa saja yang mendengarnya. Di tengah gempuran musik-musik rock and roll yang melanda negaranya, ia hadir membawa pencerahan bagi setiap hati yang merindukan nuansa ilahiah.


Dilihat dari vodeo klipnya sih, membuktikan bahwa seorang penyanyi nasyid tidak harus memakai pakaian yang gombrong-gombrong atau koko melulu, tapi ternyata bisa tampil keren dengan busana apa saja asal tidak bertentangan dengan syariat seperti Jas yang dipakainya dalam video klip "Hasbi Rabbi" ini. Musiknya juga hi-tech, bo! wah, nasyid-nasyid sekarang, terutama di luar negeri itu canggih-canggih, keren-keren dan pesan moralnya dapet walaupun tinggal di negara yang mayoritasnya non-muslim. Tetapi kesempatan mereka untuk berkarya terbuka lebar. Biar begitu, saya masih setia kok sama kang Opick ^^


Bagi yang ingin men-download videonya, silakan klik di SINI.






O Allah the Almighty
Protect me and guide me
To your love and mercy
Ya Allah don't deprive me
From beholding your beauty
O my Lord accept this plea

Chorus:


Hasbi rabbi jallallah
Ma fi qalbi ghayrullah
(My Lord is enough for me, Glory be to Allah
There is nothing in my heart except Allah)



Chorus


Turkish:
Affeder gunahi
Alemin padisahi
Yureklerin penahi
(He is the Forgiver of all sins
He is the King of the universe
He is the Refuge of all hearts)

Isit Allah derdimi, bu ahlarimi
Rahmeyle, bagisla gunahlarimi
Hayreyle hem aksam hem sabahlarimi
(O Allah hear my sorrows and my sighs
Have mercy and pardon my sins
Bless my night and days)



Chorus


Hindi:
Wo tanha kaun hai
Badshah wo kaun hai
Meherba wo kaun hai
(Who is the only One?
Who is the King?
Who is the Merciful?)

Kya unchi shan hai
Uskey sab nishan hai
Sab dilon ki jan hai
(Who is the most praised and benevolent?
Whatever you see in this world is His sign
He's the love of every soul)



Chorus


Arabic:
Ya rabbal 'alamin
Salli 'ala Tahal amin
Fi kulli waqtin wa hin
(O Lord of the worlds
Send peace and blessings
On Ta-ha the trustworthy
In every time and at every instant)

Imla' qalbi bil yaqin
Thabbitni 'ala hadhad din
Waghfir li wal muslimin
(Fill my heart with conviction
Make me steadfast on this Religion
And forgive me and all the believers)



Chorus




Islam Pop Eropa: Muda, Trendi, dan Sangat Religius

Islam Pop. Begitulah istilah yang dipakai untuk merepresentasikan Islam di Eropa. Terutama generasi mudanya. Gambaran mereka berbeda jauh dengan imej para imigran. Muslim-Muslim muda sukses, teritengrasi, dan sangat relijius—santun dan bersih.



Mereka berbicara bahasa dimana mereka tinggal lebih baik daripada orang tuanya. Mereka disebut-sebut sebagai simbiosis dari Islam dan modernitas masa kini yang dilihat jelas dari gaya hidup mereka.


Peran Amr Khaled

Islam Pop sendiri ditujukan sebagai gaya hidup anak-anak muda Muslim Eropa tersebut. Akar gerakan ini berasal dari dunia arab. Mereka merupakan implementasi gaya hidup kaum Salafi yang disesuaikan dengan kekinian zaman. Mereka mengenal Amr Khaled, seorang artis asal Mesir, namun mereka tidak mengaguminya secara berlebihan.

Amr Khaled sendiri bisa dikatakan sebagai model teladan anak muda Muslim Eropa. Ia mengatakan bahwa anak-anak muda Muslim Eropa harus berbaur dengan lingkungan sosialnya, namun jangan sekalipun meninggalkan ajaran Islam. “Inilah jihad sipil kita.” Ujarnya gagah. “Tujuan kita adalah merepresentasikan imej Islam di Eropa.”


Moderat oleh standar Muslim, tegas karena standar Barat

Gaya hidup Islami yang dijalankan oleh generasi Pop Islam Eropa ini sangat jelas terlihat modern, namun mereka sama sekali tidak liberal. Sebaliknya, mereka sangat konservatif, dan memegang nilai-nilai Islam yang luhur: mereka tidak menghadiri konser-konser band metal atau hip-hop, tidak berpacaran, menjauhi ikhtilat (campur baur dengan lawan jenis), tidak pergi ke prom-nite, dan yang perempuannya mengenakan jilbab.


Walaupun berakar dari gerakan Salafi, namun generasi Muslim Pop sendiri berusaha untuk tidak menerapkan beberapa aturan dan ketentuan Salafi yang kaku. Namun mereka masih sangat sedikit, dan mereka disebut sebagai “Muslim avant-garde” atau “Muslim garda depan.”


Perwakilan Dunia Islam Eropa Baru

Jika saja bukan karena perilaku santun dan ibadah mereka, sangat sulit membedakan mereka dengan remaja Eropa lainnya yang mayoritas Kristen dan remaja Yahudi.

Jika mereka muncul di televisi, koran, majalah, atau media-media lainnya, mereka selalu dengan tegas mengatakan dengan tersenyum, “Saya seorang Muslim dan trendi.” Remaja Muslim ini jelas ingin mengenyahkan tudingan teroris yang diidentikan dengan Islam selama ini.

Mereka sangat aktif secara sosial. Mereka terlibat dengan remaja lainnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, dan kerap membantu orang yang kecanduan narkoba dan juga mempunyai agenda khusus dalam membantu mereka yang tak punya rumah.

Minim Kritik

Penampilan mereka sangat keren, untuk ukuran remaja, tapi mereka tidak terlihat hedonis ataupun liberal. Mereka tidak ikut dalam kursus renang di tempat umum, dan mereka jarang sekali ikut dalam tur sekolah yang hanya hanya hura-hura saja sifatnya.

Tampak jelas sebuah generasi budaya yang muda sedang tumbuh di Eropa, dan tak ada kontradiksi antara menjadi anak muda yang taat pada agamanya dengan menjadi seorang warga negara yang baik.

Anak-anak muda ini jelas telah membuat lingkungan Barat mereka jatuh hati. Bagaimana tidak, sementara anak-anak mereka melakukan seks bebas, mengonsumsi narkoba, tersendat dalam prestasi akademik, anak-anak muda Muslim ini timbul ke permukaan. Tidak heran jika banyak pengamat Barat mengatakan bahwa 40 tahun ke depan, Eropa akan menjadi benua Muslim terbesar di dunia. Duta besarnya sekarang adalah mereka generasi Pop Islam. (sa/altmslm)





sumber : diambil dari www.eramuslim.com

Talmud, Ideologi warisan Rabbi Yahudi

Talmud merupakan kitab suci kelompok Zionis-Yahudi di seluruh dunia. Seluruh tindak-tanduk Zionis-Israel mengacu pada ayat-ayat Talmudisme. Bahkan Texe Marrs, investigator independen Amerika yang telah menelusuri garis darah Dinasti Bush selama enam tahun, menemukan bukti bahwa keluarga besar Bush, termasuk Presiden AS George Walker Bush, merupakan sebuah keluarga yang sangat rajin mendaras dan mempelajari Talmud.

“Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinya. Adalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat, ” demikian ujar Texe Marrs.

Sudah menjadi sifat mereka memakai 'tangan' orang lain untuk mewujudkan misi mereka. Di Indonesia sendiri, dengan memakai Jaringan Islam Liberal (JIL) sebagai tunggangannya, mereka berusaha mempengaruhi masyarakat. Bisa dikatakan mereka sekarang ini menjadi perkumpulan 'bawah tanah'. Mereka mendirikan perkumpulan Theosofi di Grogol. Kita tentu heran, mengapa mereka selalu bersembunyi dibalik agama lain dan berupaya untuk menyembunyikan kitab suci mereka dari orang-orang non-Yahudi? Jawabannya adalah karena mereka takut akan pembalasan orang-orang Ghoyim atas mereka suatu saat nanti. Maka sudah sepantasnya bagi kita untuk memperdalam pengetahuan tentang agama masing-masing agar tak jatuh ke dalam pengaruh yang salah.

Kita tentu sudah banyak mendengar tentang Talmud. Namun belum banyak yang mengetahui apa saja ayat-ayatnya. Berikut saya tampilkan sejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum Zionis terhadap orang-orang non-Yahudi (Ghoyim atau Gentilles), dan darinya Anda akan bisa “memahami” mengapa kaum Zionis selalu saja mau menang sendiri, selalu mengkhianati perjanjian, dan sebagainya. Inilah ayat-ayat suci mereka:

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)

“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)

“Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)

“Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) dating, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)

“Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.” (Talmud IV/4/52b)

“Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82ab)

“Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)

“Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)

“Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)

“Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)

“Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha Kama 113a)

“Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)

“Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)

“Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)

“Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin 43b)

"Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkannya. Tuhan pun mengakui bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut." (Baba Mezian 59b)

Inilah sebagian kecil dari ayat-ayat hitam Talmud. Inilah landasan ideologis kaum Zionis dalam hidupnya. Setiap hari Sabtu yang dianggap suci (Shabbath), mereka mendaras Talmud sepanjang hari dan mengkaji ayat-ayat di atas. Mereka menganggap Yahudi sebagai ras yang satu-satunya berhak disebut manusia. Sedangkan ras di luar Yahudi mereka anggap sebagai binatang, termasuk orang-orang liberalis yang malah melayani kepentingan kaum Zionis. Sekarang, apakah kita masih heran melihat para tentara Israel membunuh 400 anak-anak Gaza layaknya membunuh serangga?



sumber : diambil dari www.eramuslim.com dan majalah Annida

referensi buku

Ayat-ayat Hitam TALMUD

Harga : Rp65.000,00
Pengarang : Prof. Dr. Muhammad asy-Syarqawi
Penerbit : SAHARA
Berat : 0,9 kg



Sinopsis:

Ilmuwan terkenal dalam bidang kebudayaan Ibrani dan kajian tentang Talmud, Joseph Barcley, menyatakan, ''.... Sebagian teks yang ada dalam Talmud adalah ekstrim, sebagiannya lagi menjijikkan, dan sebagiannya lagi berisi kekufuran ....'' Karenanya, banyak penguasa negara (Raja dan Kaisar) dan penguasa agama (Paus) di Eropa mengharamkan beredarnya kitab ini. Jauh sebelum pena-pena para intelektual dan sejarawan dunia menggores sebelum para intelektual kawakan dunia melakukan analisa dan penelitian, Al-Quran dan Sunnah telah memaparkan bukti-bukti yang menjelaskan bahwa para rabbi Yahudi telah mengubah dan menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sangat murah. Bahkan, mereka telah membuat sebuah kitab suci sendiri yang sangat jauh dari akal sehat sebagai tandingan bagi kitab Taurat. Itulah kitab Talmud, ayat-ayat hitam kaum yahudi yang paling berbahaya bagi manusia dan kemanusiaan secara keseluruhan. Buku ini secara gamblang membahas teks-teks Talmud dan membandingkannya dengan ajaran Kitab Perjanjian Lama (Taurat) serta Al-Qur'an. Buku ini akan membuktikan betapa kaum Yahudi memusuhi Kristen, khususnya, dan bangsa non-Yahudi (Goim), umumnya. Talmud bukan hanya ancaman bagi semua bangsa dan agama Goim, tapi sekaligus juga ancaman bagi kemanusiaan. Talmud meletakkan derajat Goim sama dan bahkan lebih rendah dari binatang. Penulisan buku ini tidak hanya melibatkan para penulis Muslim seperti: Samuel ibn Yahya al-Maghribi, Ibnu Hazm al-Andalusi, dan para penulis kontemporer lainnya, bahkan ia lebih dominan merujuk pada buku intelektual non-Muslim dan para mantan rabbi Yahudi berupa terjemahan teks Talmud sendiri dari bahasa Ibrani, seperti: DR. August Rohling, Pendeta LB. Branaites, Naphithius (Mantan Rabbi), Yusuf Abul Afiyah (Mantan Rabbi), dan masih banyak lainnya.
 
TNB | Distributed by Deluxe Templates